Kamis, 22 Oktober 2015

Ekstraksi Multi Tahap Kurkumin Dari Kunyit (Curcuma domestica Valet) Menggunakan Pelarut Etanol

Ringkasan Jurnal   :

‘’ Ekstrasi Multi Tahap Kurkumin Dari Kunyit (Curcuma Domestica Valet ) Menggunakan Pelarut Etanol ”

a.       Latar belakang

Penelitian ini mempelajari ekstraksi multi tahap kulkumin dari kunyit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi terbaik dalam ekstraksi multi tahap kurkumin dari kunyit ( Kurkuma Domestica Valet), sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan efesiensi prosesnya. Penelitian ini dilakukan karna penelitian mengenai eksrtaksi multi tahap kurkumin dari kunyit belum banyak dilakukan.

b.      Hasil dan Pembahasan

·         Analisa Kuantitatif
        Berdasrkan pengamatan produk berbentuk pasta berwarna coklat kemerahan dengan bau yang khas, sukar larut dalam air tapi mudah larut dalam alkohol.
·         Analisa Rendemen Ekstrasi
1. Pengaruh waktu ekstraksi pada Randemen Ekstrak
Semakin  lama waktu ekstraksi maka % hasil yang dieroleh akan semakin besar.
2. Pengaruh konsentrsi pelarut terhadap Rendemen Ekstrak
Semakin tinggi konsentrasi pelarut semakin banyak menghasilkan rendemen ekstrakny.
3. Pengaruh jumlah tahap ekstrak terhadap Rendemen Ekstrak
Rendemen ekstrak yang dihasilkan cenderung munurun dengan peningkatan jumlah tahap ekstrak . Yaitu tahap ekstrak 2 tahap menghasilkan rendemen ekstrak yang lebih banyak dibandingkan ekstraksi 3 tahap.
·         Analisa kadar Kurkumin
1. Pengaruh waktu ekstraksi terhadap kadar Kurkumin
Semakin lama waktu ekstraksi maka % hasil yang diperoleh semakin besar
2. Pengaruh konsentrasi pelarut terhadap Kurkumin.
Semakin tinggi konsentrasi pelarut (Etanol) maka semaikin banyak kurkumin yang larut kedalam etanol dan semakin banyak kurkumin yang terekstrak.
3. Pengaruh jumlah ekstraksi tahap ektrasi terhadap kadar
Bertambahny jumlah tahap ekstrasi kurkumin akan meningkatkan jumlah ekstrak yang diperoleh.
                       
                       
Rendemen adalah berat prodak yang didapat dari setiap run dibandingkan terhadap berat  bahan baku kunyit.
c.       Peluang Penelitian Selanjutnya

        Dari penelitian ini ekstraksi dua tahap lebih disarankan untuk digunakan dalam mengekstraksi kurkumin dari kunyit. Dan untuk penelitian selanjutnya pelarut etanol konsentrasi 96% merupakan pelurut terbaik yang dapat digunakan.

Selasa, 20 Oktober 2015

KOROSI KAPAL BAJA

KOROSI KAPAL BAJA

Korosi kapal baja mengakibatkan turunnya kekuatan dan umur pakai kapal, sehingga dapat mengurangi jaminan keselamatan muatan barang dan penumpang kapal. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat korosi air laut maka diperlukan suatu perlindungan korosi pada plat kapal. korosi kapal dapat di tanggulangi dengan berbagai cara antara lain dengan menggunakan anoda korban kapal dan cat kapal

gambar korosi kapal baja

korosi kapal baja

Kapal baja merupakan kapal dengan seluruh bangunan terbuat dari baja paduan dengan komposisi kimia sesuai standar untuk konstruksi kapal yang dikeluarkan oleh biro klasifikasi kapal (Standards:ABS, BKI, DNV, RINA, GL, LR, BV, , NK, KR, CCS and etc) dengan klas baja : A, B, C, D dan E. ( Grade: A, B, D, E, AH32-AH40, DH32-DH40 ,A32 ,A36 ,D32, D36 and etc) dengan tebal: 8 mm s/d 100 mm, lebar : 1500 mm s/d 2700 mm, panjang : 6 m s/d 13 m.
Baja untuk konstruksi kapal pada umumnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu baja konstruksi kapal biasa, baja konstruksi kapal dengan tegangan tinggi, dan baja tempa. Baja untuk konstruksi kapalmempunyai sifat mekanis yang sudah mendapat persetujuan dari BKI.

berikut adalah sifat mekanis plat baja kapal menurut BKI tahun 2006
sifat mekanis plat baja kapal menurut BKI tahun 2006

Pemakaian pelat baja untuk bangunan kapal memiliki resiko kerusakan yang tinggi, terutama terjadinya korosi pada pelat baja yang merupakan proses elektrokimia, akibat lingkungan air laut yang memiliki resistivitas sangat rendah + 25 Ohm-cm,jika dibandingkan dengan air tawar + 4.000 Ohm-cm, (Caridis, 1995) dan sesuai dengan posisi pelat pada lambung kapal. 
Posisi pelat baja lambung kapal terbagi dalam tiga bagian yaitu :
  1. Selalu tercelup air yaitu pelat lajur alas, pelat lajur bilga, dan pelat lajur sisi sampai sarat minimal.
  2. Keluar masuk air yaitu pelat lajur sisi kapal dari sarat air minimal sampai sarat air maksimal
  3. Tidak tercelup air yaitu pelat lajur sisi mulai dari sarat maksimal sampai dek utama kapal
Korosi kapal baja dapat dibedakan menjadi menjadi 5 jenis yaitu korosi merata, pelobangan, korosi tegangan, korosi erosi dan korosi celah.
  1. Korosi Merata atau uniform corrosion adalah seluruh permukaan pelat terserang korosi biasanya pada bagian pelat yang berada diatas garis air.
  2. Korosi Pelobangan (pitting corrosion), pada permukaan pelat terjadi lobang yang semakin lama akan bertambah dalam dan akhirnya dapat menembus pelat kapal.
  3. Korosi Tegangan (stress corrosion), korosi pada bagian pelat yang memikul beban besar.
  4. Korosi Erosi (errosion corrosion), korosi yang terjadi pada material yang menerima tumbukan partikel cairan yang mengalir dengan kecepatan tinggi.
  5. Korosi Celah (crevice corrosion), korosi yang terjadi pada celah, daerah jepitan, sambungan dan daerah yang ditutupi binatang dan tumbuhan kecil.
Korosi kapal baja ini dapat dikurangi seminimum mungkin sehingga nilai laju korosi kapal baja semakin kecil, korosi tidak dapat di hentikan 100% karena kapal baja sama halnya dengan manusia walau kita sangat jago menjaga kesehatan ujung-ujung is dead juga. begitu juga dengan korosi kapal baja kita hanya dapat menekan nilai laju korosi seminimum mungkin sehingga umur kapal dapat sesuai dengan rencana awal agar dapat menekan nilai kerugian yang di akibatkan oleh korosi kapal baja