GREEN INDUSTRY
Green Industry
dikenal pada penyelenggaraan International Conference on Green Industry in Asia
di Manila, Filipina. Indonesia merupakan salah satu Negara yang mengirimkan
perwakilan dari 22 negara yang menjadi peserta konferensi tersebut. Adapun salah
satu hasil dari konferensi tersebut yaitu berupa komitmen bersama Negara Negara
di Asia dalam upaya penanganan sumber daya dan pengurangan emisi gas karbon
utamanya disektor industry (bpkimti,2010)
Industri
manufaktur merupakan industry yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi
pada Negara berkembang dalam lima belas tahun terakhir. Industry kendaraan
bermotor (otomotif) dan komponennya di Indonesia merupakan salah satu klaster
industry unggulan yang berperan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 7%.
Green Industry
Green Industry
adalah industry yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan
efektifitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu
menyelaraskan pembangunan industry dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup
serta dapat bermanfaat bagi masyarakat (Kemenprin 2012). Penerapan Green
Industry dilakukan melalui konsep produksi bersih melalui aplikasi 4R, yaitu
Reduce (pengurangan limbah pada sumbernya), Reuse (penggunaan kembali limbah),
Recycle (daur ulang limbah), dan Recovery (pemisahan suatu bahan atau energy dari
suatu limbah)
Produksi Bersih
Kristanto
(2013) menyatakan bahwa limbah merupakan konsekuensi logis dari setiap proses
yang terjadi dalam suatu industry (pabrik). Selanjutnya, Kristanto juga
menyatakan bahwa strategi konvensional dalam pengolahan limbah yang didasarkan
pada pendekatan pengelolaan limbah yang terbentuk dinilai kurang efektif. Produksi
bersih bertujuan untuk mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan
pencemar lingkungan serta melakukan upaya untuk meningkatkan efesiensi
pengguanaan bahan baku, bahan penunjang, dan energy diseluruh tahapan proses
produksi.
Implementasi Green Industry di
Kampung Batik
Kampoeng
Batik sebagai salah satu sentra pengrajin batik yang memiliki potensi
pencemaran limbah yang cukup tinggi. Karena menghasikan volume limbah cair
sebesar ±568 meter kubik per hari dengan menghasilkan produk ± 1.400 potong
kain batik per hari. Kampoeng Batik Jetis juga mengharapkan adanya keuntungan
ekonomis dari peningkatan produktifitas yang dihasilkan dari efisiensi
penggunaan sumber daya dalam rangka perbaikan pengelolaan lingkungan tersebut. Green
Industri/ green produksi merupakan suatu strategi untuk social ekonomi secara
keseluruhan.
Dari
suatu penelitian didapat perhitungan bahwa hasil yang dicapai diketahui tingkat
produktifitas Kampoeng Batik Jetis untuk tahun 2010 adalah sebesar 104,6%,
sedangkan tingkat produktivitas sebelumnya sebesar 103,3%. Jadi setelah
penanganan limbah diterapkan maka tingkat productivitasnya meningkat sebesar
1,3% dari tingkat produktivitas sebelum diterapkannya penanganan limbah.
Daftar Pustaka :
Jurnal Model Pemilihan Industri Komponen Otomotif Yang Ramah Lingkungan
Oleh : Triwulandari S. Dewayana, Dedy Sugianto, Dorina Hetharia.
Penerbit : Fakultas Teknologi Industru Universitas Trisakti
Email : sd_triwulandari@yahoo.com
Link : blog.trisakti.ac.id/jurnalti/files/2014/02/1_Model-Pemilihan-Industri-Komponen-Otomotif-yang-Ramah-Lingkungan_Triwulandari-Sd-dkk.pdf
Jurnal Implementasi Green Productity Untuk Meningkatkan Produktivitas Pengembangan Usaha KEcil Menengah
Oleh : Suhartini,ST,MT Teknik Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.
Email : ttitin-63@yahoo.com
Tahun terbit : Bangkalan, 22 September 2012
Penerbit : Universitas trunijoyo madura.
Link : jurnal.itats.ac.id/wp-content/uploads/2013/05/IMPLEMENTASI-GREEN-PRODUCTIVITY-UNTUK-MENINGKATKAN-PRODUKTIVITAS-PENGEMBANGAN-USAHA-KECIL-MENENGAH.pdf