Jumat, 08 Januari 2016

TUGAS ARTIKEL ILMIAH UAS

GREEN INDUSTRY

Green Industry dikenal pada penyelenggaraan International Conference on Green Industry in Asia di Manila, Filipina. Indonesia merupakan salah satu Negara yang mengirimkan perwakilan dari 22 negara yang menjadi peserta konferensi tersebut. Adapun salah satu hasil dari konferensi tersebut yaitu berupa komitmen bersama Negara Negara di Asia dalam upaya penanganan sumber daya dan pengurangan emisi gas karbon utamanya disektor industry (bpkimti,2010)
Industri manufaktur merupakan industry yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada Negara berkembang dalam lima belas tahun terakhir. Industry kendaraan bermotor (otomotif) dan komponennya di Indonesia merupakan salah satu klaster industry unggulan yang berperan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 7%.
Green Industry
Green Industry adalah industry yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industry dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat bermanfaat bagi masyarakat (Kemenprin 2012). Penerapan Green Industry dilakukan melalui konsep produksi bersih melalui aplikasi 4R, yaitu Reduce (pengurangan limbah pada sumbernya), Reuse (penggunaan kembali limbah), Recycle (daur ulang limbah), dan Recovery (pemisahan suatu bahan atau energy dari suatu limbah)
Produksi Bersih
                Kristanto (2013) menyatakan bahwa limbah merupakan konsekuensi logis dari setiap proses yang terjadi dalam suatu industry (pabrik). Selanjutnya, Kristanto juga menyatakan bahwa strategi konvensional dalam pengolahan limbah yang didasarkan pada pendekatan pengelolaan limbah yang terbentuk dinilai kurang efektif. Produksi bersih bertujuan untuk mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan pencemar lingkungan serta melakukan upaya untuk meningkatkan efesiensi pengguanaan bahan baku, bahan penunjang, dan energy diseluruh tahapan proses produksi.
Implementasi Green Industry di Kampung Batik
                Kampoeng Batik sebagai salah satu sentra pengrajin batik yang memiliki potensi pencemaran limbah yang cukup tinggi. Karena menghasikan volume limbah cair sebesar ±568 meter kubik per hari dengan menghasilkan produk ± 1.400 potong kain batik per hari. Kampoeng Batik Jetis juga mengharapkan adanya keuntungan ekonomis dari peningkatan produktifitas yang dihasilkan dari efisiensi penggunaan sumber daya dalam rangka perbaikan pengelolaan lingkungan tersebut. Green Industri/ green produksi merupakan suatu strategi untuk social ekonomi secara keseluruhan.
                Dari suatu penelitian didapat perhitungan bahwa hasil yang dicapai diketahui tingkat produktifitas Kampoeng Batik Jetis untuk tahun 2010 adalah sebesar 104,6%, sedangkan tingkat produktivitas sebelumnya sebesar 103,3%. Jadi setelah penanganan limbah diterapkan maka tingkat productivitasnya meningkat sebesar 1,3% dari tingkat produktivitas sebelum diterapkannya penanganan limbah.

Daftar Pustaka :
Jurnal Model Pemilihan Industri Komponen Otomotif Yang Ramah Lingkungan
Oleh : Triwulandari S. Dewayana, Dedy Sugianto, Dorina Hetharia.
Penerbit : Fakultas Teknologi Industru Universitas Trisakti
Email : sd_triwulandari@yahoo.com
Link : blog.trisakti.ac.id/jurnalti/files/2014/02/1_Model-Pemilihan-Industri-Komponen-Otomotif-yang-Ramah-Lingkungan_Triwulandari-Sd-dkk.pdf

Jurnal Implementasi Green Productity Untuk Meningkatkan Produktivitas Pengembangan Usaha KEcil Menengah
Oleh : Suhartini,ST,MT Teknik Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.
Email : ttitin-63@yahoo.com
Tahun terbit : Bangkalan, 22 September 2012
Penerbit : Universitas trunijoyo madura.
Link : jurnal.itats.ac.id/wp-content/uploads/2013/05/IMPLEMENTASI-GREEN-PRODUCTIVITY-UNTUK-MENINGKATKAN-PRODUKTIVITAS-PENGEMBANGAN-USAHA-KECIL-MENENGAH.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar